Ya Allah… Dengan segala kerendahan kami bersimpuh di hadapanMu Memohon segala petunjuk dariMu Berlindung dari segala kesesatan dan kekesatan yang bersemayam di hati Tiada kekuatan yang mampu menolak segala keburukan kecuali berasal dariMu Sesungguhnya kami malu Meski hanya sekedar lintasan hati tuk meminta kepadaMu Ya Allah… Setiap detik Engkau penuhi kebutuhan kami Nafas yang kami hirup Tiada pernah Engkau minta tuk ganti dan Kau henti Sedang kami enggan berbagi dan seringkali berhitung atas berkurangnya materi Ya Allah… Kau jernihkan mata ini untuk memandang segala yang ingin kami pandang Tidak pula kaki, tangan, hati dan pikiran Namun bukan wujud kesyukuran kemana kami arahkan Ternyata laranganMu lebih manis sebagai pilihan Ya Allah… Sesungguhnya catatan maksiat diri kami terlalu panjang Tak mampu terhitung sebanyak butiran pasir pun tetesan air di lautan Dan amal baik kamipun belum tentu mampu menjadi penyeimbang Ya Allah… Masih layakkah kami meminta? Sedangkan hakMu sebagai Tuhan lebih banyak kami abaikan Wahai sahabat… Siapakah zat yang sesungguhnya kita butuhkan? Saat kesedihan dan melilitnya kesempitan hati? Saat berguncangnya bumi dan Jauhnya rezeki? Wahai sahabat… Jujurlah pada hati Bukankah hanya Allah zat yang sesungguhnya layak menjadi sembahan? |
Senin, 08 Juni 2009
Sungguh! Kami malu pada-Mu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar